Harga Emas Bertahan di Bawah $4.400, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga Emas Bertahan di Bawah $4.400, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga emas kembali menjadi perhatian pasar setelah bergerak di bawah level US$4.400 per troy ounce pada perdagangan 9 September 2026. Berdasarkan data Trading Economics, emas berada di sekitar US$4.378,68 per troy ounce, naik 0,53% dibandingkan hari sebelumnya. Meski menguat dalam satu sesi, harga emas masih turun sekitar 0,29% dalam sebulan terakhir, tetapi tetap mencatat kenaikan lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pergerakan harga emas saat ini berlangsung di tengah tarik-menarik antara ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya kekhawatiran inflasi. Kenaikan harga minyak kembali menjadi perhatian setelah eskalasi ketegangan di Timur Tengah mendorong harga energi lebih tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan membuat pasar memperkirakan bank sentral mempertahankan atau menaikkan suku bunga.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Emas

Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas dunia adalah arah suku bunga AS. Trading Economics mencatat pasar kini memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Ekspektasi tersebut menguat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menjadi tantangan bagi emas karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika imbal hasil aset berbasis dolar meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana dari emas ke instrumen berbunga. Karena itu, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed sering kali tercermin dalam volatilitas XAU/USD.

Data Inflasi AS Jadi Fokus Trader

Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Producer Price Index (PPI) dijadwalkan menjadi salah satu data penting, disusul Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Data tersebut akan menjadi perhatian karena dapat membantu pasar menilai apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk memengaruhi keputusan The Fed.

Jika inflasi AS kembali lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi berpotensi meningkat dan dapat membatasi penguatan emas. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dapat memberikan ruang bagi ekspektasi kebijakan yang lebih longgar sehingga berpotensi mendukung permintaan terhadap emas.

Emas Masih Didukung Permintaan Safe Haven

Di sisi lain, emas masih memiliki penopang dari permintaan investasi dan lindung nilai. Trading Economics mencatat kenaikan emas pada Agustus didukung meningkatnya permintaan investasi, aktivitas hedging, serta pembelian oleh bank sentral, termasuk China. Emas juga tetap dipandang sebagai aset safe haven ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Secara jangka panjang, tren emas masih menunjukkan kenaikan yang kuat. Trading Economics mencatat harga emas pernah mencapai rekor tertinggi US$5.608,35 per troy ounce pada Januari 2026. Untuk akhir kuartal ketiga, Trading Economics memperkirakan emas berada di sekitar US$4.461,37, sementara proyeksi 12 bulan berada di sekitar US$4.862,08.

Bagi trader di Indonesia, pergerakan XAU/USD perlu dipantau bersama dolar AS, imbal hasil Treasury, data CPI dan PPI, serta keputusan The Fed. Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga emas dalam waktu singkat. Karena itu, trader perlu memperhatikan kalender ekonomi dan menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan trading.

Published at


About author

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Open Demo Account

Related Articles

  • Harga Emas Kemungkinan Masih Tetap Bullish Pada 2025

    ESANDAR  – Harga emas naik pada perdagangan di hari Kamis (02/01/2025), menjaga momentum sejak akhir tahun 2024 yang positif hingga memecahkan rekor. Para pedagang bersiap untuk pergeseran kebijakan yang diharapkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan membentuk prospek ekonomi dan suku bunga untuk tahun baru.

  • Kenaikan Inflasi AS Dibawah Perkiraan, Harga Emas Naik

    ESANDAR – Harga emas mencapai titik tertinggi lebih dari satu bulan pada awal perdagangan sesi Asia di hari Kamis (16/01/2025) setelah data menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Desember. Hasil ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut.

  • Secara Teknis, Harga Emas Berpotensi Turun

    ESANDAR – Data Indek Harga Konsumen (Consumers Price Index, CPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 20.30 WIB pada hari ini. Secara teknis, harga emas di pasar spot menunjukkan peluang turunnya hingga ke $2.635. Pasar bersiap mengantisipasi pelantikan Presiden Donald Trump untuk masa jabatan keduanya pada minggu depan.

Legalities

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Follow us on

Download EsaFX Trader App

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Download MetaTrader 5 App

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka is licensed and supervised by BAPPEBTI, BI, and OJK for financial derivative products with underlying assets in the form of Securities, and is a member of the BBJ exchange and a member of the KBI futures clearing house.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registration

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

On Website Information

The information on this website is provided for informational purposes only and is not intended to be a substitute for professional financial or investment advice. We make no representations or warranties, either express or implied, as to the accuracy, reliability, completeness, suitability or availability of the information contained on this website or any linked sites. Any reliance you place on such information is strictly at your own risk. PT EAB is not liable for any loss or damage arising from your use of or reliance on any information on this website or linked sites.

On non-serviceable regions

EsaFX website information is not intended to target and provide services to residents of certain countries such as the Democratic People's Republic of Korea (North Korea), Iran, Myanmar, the United States, Canada, Israel and is not intended to send or use information to persons in countries or jurisdictions where publication or use of this information violates local laws and regulations.

High Risk Investment Warning

Futures Trading and Alternative Trading Systems are complex financial products, and their use with leveraged trading attributes is likely to lead to rapid loss of capital, and you may be required to increase margin. Please understand the principles of the Futures Trading and Alternative Trading System and consider whether you can withstand this risk before entering the market. Past prices and performance of all derivative financial instruments do not guarantee or represent future trends. Such financial products are not suitable for all investors. Be sure to fully understand all potential risks before entering the market and seek independent advice when necessary.