Harga Emas Turun di Bawah US$4.450, Pasar Soroti Sinyal Hawkish The Fed

Harga Emas Turun di Bawah US$4.450, Pasar Soroti Sinyal Hawkish The Fed

Harga emas dunia kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Berdasarkan data Trading Economics, emas turun ke sekitar US$4.418,41 per troy ounce, atau melemah sekitar 0,78% dari sesi sebelumnya. Meski mengalami koreksi, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 9% dalam sebulan dan lebih dari 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tren emas masih kuat secara tahunan, tetapi tekanan jual meningkat dalam jangka pendek.

Salah satu pemicu utama pelemahan harga emas hari ini adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam pidatonya di Jackson Hole memberikan pernyataan yang dinilai hawkish. Warsh menegaskan bahwa inflasi belum menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan dan The Fed tetap berkomitmen membawa inflasi kembali ke target 2%.

Komentar tersebut mendorong pasar meningkatkan perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada September. Berdasarkan data yang dikutip Trading Economics, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin naik menjadi sekitar 57%, dari sekitar 40% sepekan sebelumnya. Perubahan ekspektasi ini menjadi tekanan bagi emas karena kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil, sementara emas tidak menghasilkan bunga.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan penguatan dolar juga menjadi faktor yang membatasi XAU/USD. Ketika dolar AS menguat, emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut dapat mendorong investor mengurangi posisi pada logam mulia dan beralih ke aset berbasis dolar.

akun demo esafx

Meski demikian, fundamental jangka menengah emas belum sepenuhnya kehilangan daya tarik. Data Trading Economics menunjukkan harga emas masih naik sekitar 9,55% dalam satu bulan dan 27,78% secara tahunan pada pembaruan 31 Agustus. Rekor tertinggi emas tercatat sekitar US$5.608,35 per troy ounce pada Januari 2026, sehingga harga saat ini masih berada jauh di atas level historis sebelumnya.

Sentimen safe haven juga tetap menjadi faktor penting. Ketidakpastian geopolitik, kondisi ekonomi global, serta perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat kembali meningkatkan permintaan emas ketika risiko pasar meningkat. Namun, untuk jangka pendek, investor perlu menyeimbangkan potensi permintaan safe haven dengan tekanan dari dolar AS dan suku bunga.

Trading Economics memperkirakan harga emas berada di sekitar US$4.490,98 per troy ounce pada akhir kuartal ini, sedangkan proyeksi 12 bulan berada di sekitar US$4.883,90. Proyeksi tersebut merupakan estimasi berdasarkan model makro dan ekspektasi analis, sehingga dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar.

Bagi trader di Indonesia, pergerakan harga emas dunia dan XAU/USD perlu dipantau bersama DXY, imbal hasil US Treasury, data inflasi Amerika Serikat, serta komunikasi Federal Reserve. Rilis data ekonomi yang lebih panas dari perkiraan dapat memperkuat tekanan terhadap emas, sementara data yang melemah berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi pelonggaran moneter.

Dengan kondisi tersebut, emas memasuki fase penting setelah koreksi tajam. Trader sebaiknya tidak hanya memperhatikan level harga, tetapi juga perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen global. Manajemen risiko tetap penting karena pergerakan XAU/USD dapat berlangsung cepat ketika pasar merespons berita dan data ekonomi berdampak tinggi.

akun demo esafx

Published at


About author

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Open Demo Account

Related Articles

  • Harga Emas Kemungkinan Masih Tetap Bullish Pada 2025

    ESANDAR  – Harga emas naik pada perdagangan di hari Kamis (02/01/2025), menjaga momentum sejak akhir tahun 2024 yang positif hingga memecahkan rekor. Para pedagang bersiap untuk pergeseran kebijakan yang diharapkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan membentuk prospek ekonomi dan suku bunga untuk tahun baru.

  • Kenaikan Inflasi AS Dibawah Perkiraan, Harga Emas Naik

    ESANDAR – Harga emas mencapai titik tertinggi lebih dari satu bulan pada awal perdagangan sesi Asia di hari Kamis (16/01/2025) setelah data menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Desember. Hasil ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut.

  • Secara Teknis, Harga Emas Berpotensi Turun

    ESANDAR – Data Indek Harga Konsumen (Consumers Price Index, CPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 20.30 WIB pada hari ini. Secara teknis, harga emas di pasar spot menunjukkan peluang turunnya hingga ke $2.635. Pasar bersiap mengantisipasi pelantikan Presiden Donald Trump untuk masa jabatan keduanya pada minggu depan.

Legalities

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Follow us on

Download EsaFX Trader App

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Download MetaTrader 5 App

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka is licensed and supervised by BAPPEBTI, BI, and OJK for financial derivative products with underlying assets in the form of Securities, and is a member of the BBJ exchange and a member of the KBI futures clearing house.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registration

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

On Website Information

The information on this website is provided for informational purposes only and is not intended to be a substitute for professional financial or investment advice. We make no representations or warranties, either express or implied, as to the accuracy, reliability, completeness, suitability or availability of the information contained on this website or any linked sites. Any reliance you place on such information is strictly at your own risk. PT EAB is not liable for any loss or damage arising from your use of or reliance on any information on this website or linked sites.

On non-serviceable regions

EsaFX website information is not intended to target and provide services to residents of certain countries such as the Democratic People's Republic of Korea (North Korea), Iran, Myanmar, the United States, Canada, Israel and is not intended to send or use information to persons in countries or jurisdictions where publication or use of this information violates local laws and regulations.

High Risk Investment Warning

Futures Trading and Alternative Trading Systems are complex financial products, and their use with leveraged trading attributes is likely to lead to rapid loss of capital, and you may be required to increase margin. Please understand the principles of the Futures Trading and Alternative Trading System and consider whether you can withstand this risk before entering the market. Past prices and performance of all derivative financial instruments do not guarantee or represent future trends. Such financial products are not suitable for all investors. Be sure to fully understand all potential risks before entering the market and seek independent advice when necessary.