Harga Emas Naik ke US$4.650, Pasar Soroti Yield dan Risiko Fiskal AS

Harga Emas Naik ke US$4.650, Pasar Soroti Yield dan Risiko Fiskal AS

Harga emas dunia kembali menguat dan bergerak di sekitar US$4.650 per troy ounce pada perdagangan 24 Agustus 2026. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas berada di sekitar US$4.617,68, naik sekitar 0,22% dari sesi sebelumnya. Dalam satu bulan terakhir, emas telah menguat hampir 14%, sementara secara tahunan kenaikannya mencapai sekitar 37%. Pergerakan tersebut menunjukkan kuatnya minat investor terhadap emas di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas hari ini adalah meningkatnya kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal Amerika Serikat. Departemen Keuangan AS secara tidak terduga meningkatkan rencana pembelian kembali surat utang pemerintah dengan tenor lebih panjang. Kebijakan tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS dan dolar Amerika Serikat, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif penyimpan nilai.

Penurunan yield US Treasury menjadi katalis penting bagi XAU/USD. Emas tidak memberikan kupon atau bunga, sehingga ketika imbal hasil obligasi menurun, biaya peluang untuk memegang logam mulia ikut berkurang. Kondisi tersebut dapat mendorong investor mengalihkan sebagian portofolionya ke emas, terutama ketika pasar juga menghadapi ketidakpastian fiskal dan moneter.

grafik harga emas hari ini

Selain yield, pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar, pelemahan USD biasanya membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Perubahan nilai dolar juga menjadi faktor penting bagi trader Indonesia yang memantau XAU/USD, karena pergerakan pasangan tersebut dapat berubah cepat ketika ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat bergeser.

Meski demikian, kenaikan harga emas menghadapi sejumlah risiko. Harga minyak yang kembali meningkat berpotensi mempertahankan tekanan inflasi. Kondisi ini dapat mengurangi ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini menunggu data inflasi PCE Amerika Serikat dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Risiko geopolitik juga masih menjadi faktor pendukung harga emas. Ancaman sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak dan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai safe haven, terutama ketika investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Secara fundamental, tren emas masih tergolong kuat. Trading Economics mencatat harga emas pernah mencapai rekor sekitar US$5.608,35 per troy ounce pada Januari 2026. Model makro dan proyeksi analis Trading Economics memperkirakan harga emas berada di sekitar US$4.653,07 per troy ounce pada akhir kuartal ini dan sekitar US$5.044,13 dalam 12 bulan. Proyeksi tersebut merupakan estimasi dan tetap dapat berubah mengikuti perkembangan pasar.

Bagi trader di Indonesia, pergerakan harga emas dunia perlu dipantau bersama DXY, yield Treasury, data inflasi AS, kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik. Kombinasi faktor tersebut berpotensi menciptakan volatilitas tinggi pada XAU/USD.

Dalam jangka pendek, emas masih berpeluang mempertahankan momentum selama dolar dan yield AS tetap terkendali serta permintaan safe haven bertahan. Namun, trader tetap perlu mengantisipasi koreksi setelah kenaikan tajam dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin dalam setiap transaksi.

akun demo esafx

Diterbitkan pada


Tentang Penulis

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Buka Akun Demo

Artikel Terkait

  • Harga Emas Kemungkinan Masih Tetap Bullish Pada 2025

    ESANDAR  – Harga emas naik pada perdagangan di hari Kamis (02/01/2025), menjaga momentum sejak akhir tahun 2024 yang positif hingga memecahkan rekor. Para pedagang bersiap untuk pergeseran kebijakan yang diharapkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan membentuk prospek ekonomi dan suku bunga untuk tahun baru.

  • Kenaikan Inflasi AS Dibawah Perkiraan, Harga Emas Naik

    ESANDAR – Harga emas mencapai titik tertinggi lebih dari satu bulan pada awal perdagangan sesi Asia di hari Kamis (16/01/2025) setelah data menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Desember. Hasil ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut.

  • Secara Teknis, Harga Emas Berpotensi Turun

    ESANDAR – Data Indek Harga Konsumen (Consumers Price Index, CPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 20.30 WIB pada hari ini. Secara teknis, harga emas di pasar spot menunjukkan peluang turunnya hingga ke $2.635. Pasar bersiap mengantisipasi pelantikan Presiden Donald Trump untuk masa jabatan keduanya pada minggu depan.

Legalitas

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Ikuti kami di

Unduh Aplikasi EsaFX Trader

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Unduh Aplikasi MetaTrader 5

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI, BI, serta OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek, serta merupakan anggota bursa BBJ dan anggota kliring berjangka KBI.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registrasi

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

Informasi Situs Web

Informasi di situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran keuangan atau investasi profesional. Kami tidak membuat pernyataan atau jaminan, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, keandalan, kelengkapan, kesesuaian, atau ketersediaan informasi yang terdapat di situs web ini atau situs terkait lainnya. Setiap kepercayaan yang Anda berikan pada informasi tersebut sepenuhnya menjadi risiko Anda sendiri. Kami tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul dari penggunaan atau kepercayaan Anda terhadap informasi apa pun di situs web ini atau situs terkait Wilayah terbatas.

Informasi Wilayah yang tidak Dilayani

Informasi situs EsaFX tidak bertujuan untuk menargetkan dan menyediakan layanan untuk penduduk negara tertentu seperti Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Iran, Myanmar, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan tidak untuk mengirim atau menggunakan informasi kepada orang di negara atau yurisdiksi di mana publikasi atau penggunaan informasi ini melanggar hukum dan peraturan setempat.

Peringatan Investasi Berisiko Tinggi

Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif adalah produk keuangan kompleks, dan penggunaannya dengan atribut perdagangan dengan leverage cenderung menyebabkan kerugian modal yang cepat, dan Anda mungkin diharuskan untuk menambah margin. Mohon pahami prinsip-produk dari Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif dan pertimbangkan apakah Anda dapat menahan risiko ini sebelum memasuki pasar. Harga dan kinerja masa lalu dari semua instrumen derivatif keuangan tidak menjamin atau mewakili tren masa depan. Produk keuangan seperti itu tidak cocok untuk semua investor. Pastikan untuk sepenuhnya memahami semua risiko potensial sebelum memasuki pasar dan mencari saran independen ketika diperlukan.