Harga emas dunia melanjutkan pemulihan pada Kamis, 5 November 2026, setelah sempat menyentuh level terendah tahun ini di sekitar US$3.870 pada pekan sebelumnya. Mengutip FXStreet Indonesia, pasangan XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.130 per troy ounce, mendekati level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan ini terjadi setelah emas melonjak 3,64% pada Rabu di tengah volatilitas pasar pascapemilu paruh waktu AS.
Hasil Pemilu AS Mendorong Permintaan Emas
Kemenangan Partai Demokrat dalam perebutan kendali Kongres memicu perubahan sentimen investor. Pasar menilai pemerintahan yang terpecah dapat membatasi pengesahan anggaran belanja dan kebijakan baru, termasuk pendanaan untuk kampanye militer AS terhadap Iran.
Perkembangan tersebut turut mendorong pembelian obligasi pemerintah AS dan menekan imbal hasil Treasury serta Dolar AS. Kondisi ini mendukung emas karena logam mulia umumnya lebih menarik ketika imbal hasil aset berbunga dan nilai dolar melemah.
Harga minyak WTI juga anjlok sekitar 8% pada Rabu. Penurunan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran inflasi akibat mahalnya energi dan ikut menopang pemulihan emas. Namun, tekanan jual pada dolar, obligasi, dan minyak mulai mereda pada Kamis sehingga ruang kenaikan emas berpotensi terbatas.
Prospek Suku Bunga The Fed Masih Membayangi
Di tengah pemulihan harga, ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi tantangan. Pasar memperhitungkan peluang sekitar 79% untuk kenaikan suku bunga pada Desember 2026, menurut CME FedWatch Tool yang dikutip FXStreet.
Suku bunga tinggi dapat menekan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Selain itu, harga minyak yang masih berada di atas level sebelum konflik menjaga risiko inflasi tetap diperhatikan oleh bank sentral.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Fokus Berikutnya
Perhatian pasar kini beralih ke klaim tunjangan pengangguran awal yang dirilis Kamis, disusul laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Data tenaga kerja dapat memberikan petunjuk mengenai kekuatan ekonomi AS dan memengaruhi ekspektasi terhadap keputusan suku bunga The Fed.
Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar dan menekan emas. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dapat mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan dan memberi ruang bagi XAU/USD untuk melanjutkan pemulihan.
Level Teknikal XAU/USD yang Perlu Dipantau
Secara teknikal, SMA 21 hari di sekitar US$4.077 menjadi support terdekat. Sementara itu, area US$4.203–US$4.206 menjadi resistance penting. Penembusan yang meyakinkan di atas zona tersebut diperlukan untuk mulai memperbaiki prospek teknikal emas yang masih cenderung bearish dalam jangka menengah.
Bagi trader emas di Indonesia, pantau data tenaga kerja AS, Dolar AS, imbal hasil Treasury, dan perkembangan geopolitik secara bersamaan. Tetap gunakan konfirmasi harga dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.
