Harga Emas Turun Mendekati US$4.000, Tekanan Pasar Meningkat

Harga Emas Turun Mendekati US$4.000, Tekanan Pasar Meningkat

Harga emas dunia kembali melemah pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan bergerak mendekati level US$4.000 per troy ounce. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas berada di sekitar US$4.013 per troy ounce, turun sekitar 0,29% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, harga emas terkoreksi sekitar 6,12%, sedangkan secara tahunan turun sekitar 2,40%.

Pelemahan ini menunjukkan bahwa meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai, pergerakannya tetap dipengaruhi kondisi pasar keuangan, ekspektasi inflasi, dan arah kebijakan suku bunga.

Aksi Jual Saham Teknologi Menekan Harga Emas

Salah satu faktor yang menekan emas adalah aksi jual di saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Ketika kerugian di pasar saham membesar, sebagian investor melepas aset yang likuid, termasuk emas, untuk menutup kerugian atau memenuhi kebutuhan dana.

Menurut laporan Reuters, harga emas juga tertekan oleh kenaikan harga minyak yang memperkuat kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat bertahan tinggi lebih lama.

Harga Minyak dan Prospek The Fed Jadi Perhatian

Kenaikan harga energi berpotensi mendorong biaya produksi dan transportasi, sehingga tekanan inflasi dapat bertahan. Kondisi tersebut membuat investor mencermati kemungkinan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Suku bunga tinggi cenderung membatasi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Meski demikian, ketidakpastian mengenai keberlanjutan investasi AI dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi AS dapat mengubah ekspektasi suku bunga, sehingga membuka peluang dukungan bagi emas.

Trading Economics memperkirakan harga emas berada di sekitar US$4.083,76 per troy ounce pada akhir kuartal IV 2026. Proyeksi ini merupakan estimasi model, bukan jaminan arah harga berikutnya.

Apa Artinya bagi Trader Emas Indonesia?

Bagi trader XAU/USD, pergerakan emas perlu dipantau bersama harga minyak, Dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan perkembangan kebijakan The Fed. Kombinasi faktor tersebut dapat memicu volatilitas dan perubahan arah harga dalam waktu singkat.

Sebelum mengambil keputusan trading, perhatikan konfirmasi pergerakan harga, sesuaikan ukuran posisi, dan terapkan manajemen risiko. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.

Diterbitkan pada


Tentang Penulis

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Buka Akun Demo

Artikel Terkait

  • Kenaikan Inflasi AS Dibawah Perkiraan, Harga Emas Naik

    ESANDAR – Harga emas mencapai titik tertinggi lebih dari satu bulan pada awal perdagangan sesi Asia di hari Kamis (16/01/2025) setelah data menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Desember. Hasil ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut.

  • Secara Teknis, Harga Emas Berpotensi Turun

    ESANDAR – Data Indek Harga Konsumen (Consumers Price Index, CPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 20.30 WIB pada hari ini. Secara teknis, harga emas di pasar spot menunjukkan peluang turunnya hingga ke $2.635. Pasar bersiap mengantisipasi pelantikan Presiden Donald Trump untuk masa jabatan keduanya pada minggu depan.

  • Harga Emas Naik, Abaikan Penguatan Dolar AS

    ESANDAR – Kenaikan harga emas saat ini nampak mengabaikan kenaikan dolar AS dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi tampaknya didorong oleh pembeli Asia, terutama dari Tiongkok, kata pialang SP Angel dalam sebuah catatan. Emas spot telah bangkit kembali di atas $2.650/oz, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Desember.

Legalitas

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Ikuti kami di

Unduh Aplikasi EsaFX Trader

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Unduh Aplikasi MetaTrader 5

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI, BI, serta OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek, serta merupakan anggota bursa BBJ dan anggota kliring berjangka KBI.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registrasi

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

Informasi Situs Web

Informasi di situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran keuangan atau investasi profesional. Kami tidak membuat pernyataan atau jaminan, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, keandalan, kelengkapan, kesesuaian, atau ketersediaan informasi yang terdapat di situs web ini atau situs terkait lainnya. Setiap kepercayaan yang Anda berikan pada informasi tersebut sepenuhnya menjadi risiko Anda sendiri. Kami tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul dari penggunaan atau kepercayaan Anda terhadap informasi apa pun di situs web ini atau situs terkait Wilayah terbatas.

Informasi Wilayah yang tidak Dilayani

Informasi situs EsaFX tidak bertujuan untuk menargetkan dan menyediakan layanan untuk penduduk negara tertentu seperti Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Iran, Myanmar, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan tidak untuk mengirim atau menggunakan informasi kepada orang di negara atau yurisdiksi di mana publikasi atau penggunaan informasi ini melanggar hukum dan peraturan setempat.

Peringatan Investasi Berisiko Tinggi

Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif adalah produk keuangan kompleks, dan penggunaannya dengan atribut perdagangan dengan leverage cenderung menyebabkan kerugian modal yang cepat, dan Anda mungkin diharuskan untuk menambah margin. Mohon pahami prinsip-produk dari Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif dan pertimbangkan apakah Anda dapat menahan risiko ini sebelum memasuki pasar. Harga dan kinerja masa lalu dari semua instrumen derivatif keuangan tidak menjamin atau mewakili tren masa depan. Produk keuangan seperti itu tidak cocok untuk semua investor. Pastikan untuk sepenuhnya memahami semua risiko potensial sebelum memasuki pasar dan mencari saran independen ketika diperlukan.