Harga Emas Turun ke US$4.100, Pasar Cermati Sinyal The Fed

Harga Emas Turun ke US$4.100, Pasar Cermati Sinyal The Fed

Harga emas dunia kembali melemah pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan bergerak mendekati US$4.100 per troy ounce. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas tercatat sekitar US$4.118,56 per troy ounce, turun sekitar 0,15% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, harga emas terkoreksi sekitar 5,63%, meskipun secara tahunan masih mencatat kenaikan sekitar 0,44%.

Harga Minyak dan Inflasi Menekan Emas

Pelemahan emas berlangsung di tengah kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur, termasuk risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz, menambah ketidakpastian pasokan energi global.

Harga energi yang tinggi dapat mempertahankan tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga. Kondisi ini menjadi tantangan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbunga meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana dari emas ke instrumen yang menawarkan pendapatan.

Pasar Menunggu Keputusan The Fed

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober 2026. Bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun, investor akan mencermati pernyataan pejabat The Fed untuk menilai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.

Menurut laporan Trading Economics, pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Desember di atas 90%. Ekspektasi tersebut dapat membatasi pemulihan harga emas apabila inflasi tetap tinggi dan Dolar AS menguat.

Meski demikian, emas masih berpotensi memperoleh dukungan ketika ketidakpastian geopolitik meningkat dan investor mencari aset lindung nilai. Karena itu, arah harga berikutnya akan bergantung pada keseimbangan antara risiko global, inflasi, pergerakan Dolar AS, dan prospek kebijakan moneter.

Apa Artinya bagi Trader Emas Indonesia?

Bagi trader XAU/USD di Indonesia, pergerakan emas perlu dicermati bersama harga minyak, imbal hasil obligasi AS, dan perkembangan kebijakan The Fed. Kombinasi faktor tersebut dapat memicu volatilitas serta perubahan arah harga dalam waktu singkat.

Trading Economics memperkirakan harga emas berada di sekitar US$4.083,76 per troy ounce pada akhir kuartal IV 2026. Angka tersebut merupakan proyeksi model, bukan jaminan harga akan bergerak ke level tersebut.

Sebelum mengambil keputusan trading, perhatikan konfirmasi harga, gunakan pengelolaan risiko yang sesuai, dan hindari mengandalkan satu indikator saja. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.

Diterbitkan pada


Tentang Penulis

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Buka Akun Demo

Artikel Terkait

  • Kenaikan Inflasi AS Dibawah Perkiraan, Harga Emas Naik

    ESANDAR – Harga emas mencapai titik tertinggi lebih dari satu bulan pada awal perdagangan sesi Asia di hari Kamis (16/01/2025) setelah data menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Desember. Hasil ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut.

  • Secara Teknis, Harga Emas Berpotensi Turun

    ESANDAR – Data Indek Harga Konsumen (Consumers Price Index, CPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 20.30 WIB pada hari ini. Secara teknis, harga emas di pasar spot menunjukkan peluang turunnya hingga ke $2.635. Pasar bersiap mengantisipasi pelantikan Presiden Donald Trump untuk masa jabatan keduanya pada minggu depan.

  • Harga Emas Naik, Abaikan Penguatan Dolar AS

    ESANDAR – Kenaikan harga emas saat ini nampak mengabaikan kenaikan dolar AS dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi tampaknya didorong oleh pembeli Asia, terutama dari Tiongkok, kata pialang SP Angel dalam sebuah catatan. Emas spot telah bangkit kembali di atas $2.650/oz, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Desember.

Legalitas

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Ikuti kami di

Unduh Aplikasi EsaFX Trader

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Unduh Aplikasi MetaTrader 5

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI, BI, serta OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek, serta merupakan anggota bursa BBJ dan anggota kliring berjangka KBI.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registrasi

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

Informasi Situs Web

Informasi di situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran keuangan atau investasi profesional. Kami tidak membuat pernyataan atau jaminan, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, keandalan, kelengkapan, kesesuaian, atau ketersediaan informasi yang terdapat di situs web ini atau situs terkait lainnya. Setiap kepercayaan yang Anda berikan pada informasi tersebut sepenuhnya menjadi risiko Anda sendiri. Kami tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul dari penggunaan atau kepercayaan Anda terhadap informasi apa pun di situs web ini atau situs terkait Wilayah terbatas.

Informasi Wilayah yang tidak Dilayani

Informasi situs EsaFX tidak bertujuan untuk menargetkan dan menyediakan layanan untuk penduduk negara tertentu seperti Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Iran, Myanmar, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan tidak untuk mengirim atau menggunakan informasi kepada orang di negara atau yurisdiksi di mana publikasi atau penggunaan informasi ini melanggar hukum dan peraturan setempat.

Peringatan Investasi Berisiko Tinggi

Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif adalah produk keuangan kompleks, dan penggunaannya dengan atribut perdagangan dengan leverage cenderung menyebabkan kerugian modal yang cepat, dan Anda mungkin diharuskan untuk menambah margin. Mohon pahami prinsip-produk dari Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif dan pertimbangkan apakah Anda dapat menahan risiko ini sebelum memasuki pasar. Harga dan kinerja masa lalu dari semua instrumen derivatif keuangan tidak menjamin atau mewakili tren masa depan. Produk keuangan seperti itu tidak cocok untuk semua investor. Pastikan untuk sepenuhnya memahami semua risiko potensial sebelum memasuki pasar dan mencari saran independen ketika diperlukan.