Harga emas dunia bergerak terbatas pada Senin, 19 Oktober 2026, ketika ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober mereda, tetapi peluang kenaikan pada Desember masih tinggi. Mengutip FXStreet, XAU/USD menarik minat beli pada awal pekan, namun masih bertahan di bawah US$4.200 karena pelaku pasar berhati-hati terhadap arah kebijakan moneter AS.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Membatasi Pergerakan Emas
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober turun menjadi sekitar 15%, dari kisaran 30% saat Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan pernyataan terakhirnya sebelum memasuki periode tenang. Sikapnya yang tidak memberikan petunjuk tegas mengenai keputusan mendatang dinilai pasar sebagai sinyal bahwa kenaikan suku bunga belum pasti terjadi pada Oktober.
Meski demikian, pasar masih memperhitungkan peluang lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan, ditambah tekanan harga energi, membuat prospek pengetatan kebijakan tetap diperhatikan.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan Dolar AS ke level terendah dalam dua minggu membantu menopang harga emas.
Risiko Geopolitik dan Harga Minyak Jadi Perhatian
Ketegangan geopolitik turut memengaruhi pergerakan pasar. Risiko gangguan pasokan energi meningkat akibat situasi di Timur Tengah dan Eropa Timur. Laporan FXStreet menyoroti kerusakan kapal tanker di Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas penyimpanan dan ekspor minyak di Rusia.
Risiko tersebut berpotensi mendorong harga energi dan memperkuat kekhawatiran inflasi. Dalam kondisi ini, Dolar AS juga dapat memperoleh dukungan sebagai aset safe haven, sehingga membatasi ruang kenaikan emas.
Analisis Teknikal XAU/USD: Support dan Resistance
Secara teknikal, emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish yang lebih luas. Harga berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 periode pada grafik empat jam. RSI berada di sekitar 55,1, sedangkan MACD masih positif tetapi mulai melemah.
Resistance terdekat berada di US$4.200, diikuti zona US$4.215–US$4.220. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, prospek pemulihan dapat membaik. Sementara itu, support berada di US$4.150–US$4.145, kemudian US$4.100 dan US$4.075–US$4.065.
Apa Artinya bagi Trader Emas Indonesia?
Trader XAU/USD perlu memantau perkembangan imbal hasil Treasury AS, Dolar AS, harga minyak, dan ekspektasi suku bunga The Fed menjelang pertemuan 27–28 Oktober 2026. Perubahan faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi volatilitas emas.
Level teknikal bukan jaminan arah harga. Pertimbangkan konfirmasi pergerakan, ukuran posisi, dan batas risiko sebelum mengambil keputusan. Artikel ini bersifat informatif, bukan rekomendasi transaksi.
