Harga Emas Bertahan di Atas $4.350, Pasar Cermati Arah The Fed

Harga Emas Bertahan di Atas $4.350, Pasar Cermati Arah The Fed

Harga emas dunia masih bertahan di atas level US$4.350 per troy ounce pada perdagangan 21 September 2026. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas berada di sekitar US$4.368,39 per troy ounce, turun sekitar 0,34% dari hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, emas masih terkoreksi sekitar 6,10%, tetapi secara tahunan harganya tetap mencatat kenaikan sekitar 16,58%.

Pergerakan emas kembali menjadi perhatian setelah logam mulia tersebut menguat dalam dua sesi sebelumnya. Trading Economics mencatat kenaikan tersebut didukung oleh penurunan harga minyak, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan. Harga minyak sendiri turun selama empat sesi berturut-turut di tengah tanda-tanda meningkatnya pasokan energi dan upaya diplomatik untuk memulihkan aliran energi dari kawasan Timur Tengah.

Kebijakan The Fed Masih Jadi Katalis

Fokus pasar tetap tertuju pada Federal Reserve (The Fed) setelah bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 16 September menjadi 3,75%-4,00%. The Fed menyatakan inflasi masih tinggi dan kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2%. Aktivitas ekonomi AS juga dinilai masih tumbuh dengan solid, sementara belanja domestik tetap tangguh.

Kebijakan suku bunga menjadi penting bagi harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat, biaya peluang memegang emas ikut naik sehingga permintaannya dapat tertekan. Sebaliknya, penurunan yield dan dolar AS dapat memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Minyak dan Inflasi Ikut Memengaruhi Emas

Hubungan antara harga minyak dan emas juga semakin diperhatikan pasar. Lonjakan harga minyak sebelumnya meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat. Namun, ketika harga minyak mulai turun, tekanan tersebut sedikit mereda dan membantu menopang emas. Trading Economics juga mencatat pasar kini menunggu sejumlah pernyataan pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya.

Di sisi lain, inflasi AS masih berada di 3,4% pada Agustus 2026, sementara suku bunga The Fed berada di 4,00% setelah keputusan September. Kombinasi kedua data tersebut membuat arah kebijakan moneter tetap menjadi faktor penting bagi pasar emas dalam waktu dekat.

Prospek XAU/USD

Trading Economics mencatat emas masih jauh di bawah rekor tertingginya sebesar US$5.608,35 per troy ounce yang tercapai pada Januari 2026. Model Trading Economics memperkirakan harga emas berada di sekitar US$4.396,09 pada akhir kuartal III, sementara estimasi 12 bulan berada di sekitar US$4.812,15. Angka tersebut merupakan proyeksi dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Bagi trader Indonesia, pergerakan XAU/USD perlu dipantau bersama Dolar AS, yield Treasury, harga minyak, data inflasi, dan komunikasi The Fed. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memicu volatilitas emas dalam waktu singkat. Karena itu, trader perlu memperhatikan kalender ekonomi dan menerapkan manajemen risiko saat menentukan strategi trading.

Diterbitkan pada


Tentang Penulis

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Buka Akun Demo

Artikel Terkait

Legalitas

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Ikuti kami di

Unduh Aplikasi EsaFX Trader

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Unduh Aplikasi MetaTrader 5

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI, BI, serta OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek, serta merupakan anggota bursa BBJ dan anggota kliring berjangka KBI.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registrasi

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

Informasi Situs Web

Informasi di situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran keuangan atau investasi profesional. Kami tidak membuat pernyataan atau jaminan, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, keandalan, kelengkapan, kesesuaian, atau ketersediaan informasi yang terdapat di situs web ini atau situs terkait lainnya. Setiap kepercayaan yang Anda berikan pada informasi tersebut sepenuhnya menjadi risiko Anda sendiri. Kami tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul dari penggunaan atau kepercayaan Anda terhadap informasi apa pun di situs web ini atau situs terkait Wilayah terbatas.

Informasi Wilayah yang tidak Dilayani

Informasi situs EsaFX tidak bertujuan untuk menargetkan dan menyediakan layanan untuk penduduk negara tertentu seperti Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Iran, Myanmar, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan tidak untuk mengirim atau menggunakan informasi kepada orang di negara atau yurisdiksi di mana publikasi atau penggunaan informasi ini melanggar hukum dan peraturan setempat.

Peringatan Investasi Berisiko Tinggi

Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif adalah produk keuangan kompleks, dan penggunaannya dengan atribut perdagangan dengan leverage cenderung menyebabkan kerugian modal yang cepat, dan Anda mungkin diharuskan untuk menambah margin. Mohon pahami prinsip-produk dari Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif dan pertimbangkan apakah Anda dapat menahan risiko ini sebelum memasuki pasar. Harga dan kinerja masa lalu dari semua instrumen derivatif keuangan tidak menjamin atau mewakili tren masa depan. Produk keuangan seperti itu tidak cocok untuk semua investor. Pastikan untuk sepenuhnya memahami semua risiko potensial sebelum memasuki pasar dan mencari saran independen ketika diperlukan.