Trading Emas untuk Pemula: Kenapa Harga Emas Bisa Naik Turun?

Trading Emas untuk Pemula: Kenapa Harga Emas Bisa Naik Turun?

Kalau kamu ingin mulai trading emas, penting untuk memahami dulu apa saja yang membuat harga emas naik dan turun. Dengan memahami dasarnya, kamu bisa lebih mudah membaca kondisi pasar dan tidak asal masuk.

Trading Emas: Harga Emas Tidak Bergerak Secara Random

Dalam trading emas, harga biasanya bergerak karena ada reaksi pasar terhadap berita ekonomi, kebijakan bank sentral, kondisi global, hingga sentimen trader. Itulah sebabnya harga emas bisa naik cukup cepat, lalu turun lagi dalam waktu singkat.

Emas juga sering dianggap sebagai aset safe haven atau aset lindung nilai. Saat kondisi pasar tidak pasti, banyak investor memilih emas sebagai tempat menyimpan nilai aset mereka.

1. Nilai Dolar AS

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi trading emas adalah nilai dolar AS.

Harga emas dunia umumnya dihitung menggunakan dolar AS. Karena itu, hubungan keduanya cukup erat:

  • Saat dolar AS melemah, harga emas biasanya cenderung naik.

  • Saat dolar AS menguat, harga emas sering mendapat tekanan turun.

Hal ini terjadi karena emas menjadi lebih murah atau lebih mahal bagi pembeli dari negara lain tergantung pergerakan dolar AS.

Baca juga: Lima Bulan Ini Dolar AS Melemah

2. Inflasi

Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa naik sehingga nilai uang menurun.

Dalam kondisi inflasi tinggi, banyak orang mulai melirik emas karena dianggap lebih mampu menjaga nilai kekayaan dibandingkan dengan uang tunai. Karena itulah, inflasi sering menjadi salah satu pendorong kenaikan harga emas.

Dalam trading emas, data inflasi AS juga sering diperhatikan oleh trader karena bisa memengaruhi arah market secara keseluruhan.

Baca Juga: Ekonomi AS Disinflasi, Dolar AS Jatuh Lagi

3. Suku Bunga

Suku bunga juga punya pengaruh besar terhadap harga emas.

Saat suku bunga turun, emas biasanya menjadi lebih menarik karena emas tidak memberikan bunga tetap seperti deposito atau obligasi. Sebaliknya, saat suku bunga naik, sebagian investor bisa lebih memilih aset berbunga dibandingkan emas.

Itulah kenapa keputusan suku bunga dari bank sentral seperti The Fed sering memengaruhi pergerakan harga emas dunia.

Baca Juga: FOMC; Risiko Inflasi Meningkat, Suku Bunga Di Tahan

Kondisi Ekonomi dan Konflik Global

Harga emas juga sering bergerak karena kondisi ekonomi dan situasi global.

Contohnya seperti:

  • Ketegangan geopolitik

  • Perang dagang

  • Konflik internasional

  • Krisis ekonomi

  • Kekhawatiran resesi

Saat kondisi dunia sedang tidak stabil, permintaan emas biasanya meningkat karena investor mencari aset yang dianggap lebih aman.

Karena itu, berita global sering menjadi perhatian penting dalam trading emas.

Sentimen Pasar

Sentimen pasar adalah suasana atau psikologi pelaku pasar. Kalau pasar sedang takut atau penuh ketidakpastian, harga emas biasanya lebih mudah naik karena banyak trader mencari aset safe haven. Sebaliknya, saat pasar lebih optimistis, harga emas bisa melemah karena dana mulai berpindah ke aset lain yang dianggap lebih berisiko.

Dalam trading emas, sentimen pasar sering terlihat dari pergerakan harga yang cepat saat ada berita ekonomi besar atau kondisi global tertentu.

Kesimpulan

Harga emas tidak bergerak secara random. Dalam trading emas, pergerakan harga biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti:

  • Nilai dolar AS

  • Inflasi

  • Suku bunga

  • Kondisi ekonomi dan konflik global

  • Sentimen pasar

Dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu bisa lebih mudah memahami kenapa harga emas naik atau turun sebelum mengambil keputusan trading.

Published at


About author

Herlina

Penulis artikel trading sejak 2022, berfokus pada analisis broker, strategi, dan edukasi pasar untuk membantu trader mengambil keputusan yang tepat.

Open Demo Account

Related Articles

  • Harga Emas Kemungkinan Masih Tetap Bullish Pada 2025

    ESANDAR  – Harga emas naik pada perdagangan di hari Kamis (02/01/2025), menjaga momentum sejak akhir tahun 2024 yang positif hingga memecahkan rekor. Para pedagang bersiap untuk pergeseran kebijakan yang diharapkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan membentuk prospek ekonomi dan suku bunga untuk tahun baru.

  • Kenaikan Inflasi AS Dibawah Perkiraan, Harga Emas Naik

    ESANDAR – Harga emas mencapai titik tertinggi lebih dari satu bulan pada awal perdagangan sesi Asia di hari Kamis (16/01/2025) setelah data menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Desember. Hasil ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat menurunkan suku bunga lebih lanjut.

  • Secara Teknis, Harga Emas Berpotensi Turun

    ESANDAR – Data Indek Harga Konsumen (Consumers Price Index, CPI) Amerika Serikat akan dirilis pada pukul 20.30 WIB pada hari ini. Secara teknis, harga emas di pasar spot menunjukkan peluang turunnya hingga ke $2.635. Pasar bersiap mengantisipasi pelantikan Presiden Donald Trump untuk masa jabatan keduanya pada minggu depan.

  • Harga Emas Naik, Abaikan Penguatan Dolar AS

    ESANDAR – Kenaikan harga emas saat ini nampak mengabaikan kenaikan dolar AS dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi tampaknya didorong oleh pembeli Asia, terutama dari Tiongkok, kata pialang SP Angel dalam sebuah catatan. Emas spot telah bangkit kembali di atas $2.650/oz, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Desember.

  • Terkoreksi dan Stabil, Harga Emas Catat Kenaikan Enam Minggu Beruntun

    ESANDAR – Harga emas stabil pada hari Jumat (07/02/2025) mendekati level tertinggi sepanjang masa, dan akan mencatat kenaikan mingguan keenam berturut-turut. Dorongan kenaikan harga saat ini didapatkan dari adanya kekhawatiran akan perang dagang. Hal ini meningkatkan permintaan aset safe havendi kalangan investor. Disisi lain, mereka juga menunggu data nonfarm payroll AS untuk mendapatkan isyarat tentang kesehatan […]

Legalities

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Follow us on

Download EsaFX Trader App

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Download MetaTrader 5 App

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka is licensed and supervised by BAPPEBTI, BI, and OJK for financial derivative products with underlying assets in the form of Securities, and is a member of the BBJ exchange and a member of the KBI futures clearing house.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registration

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

On Website Information

The information on this website is provided for informational purposes only and is not intended to be a substitute for professional financial or investment advice. We make no representations or warranties, either express or implied, as to the accuracy, reliability, completeness, suitability or availability of the information contained on this website or any linked sites. Any reliance you place on such information is strictly at your own risk. PT EAB is not liable for any loss or damage arising from your use of or reliance on any information on this website or linked sites.

On non-serviceable regions

EsaFX website information is not intended to target and provide services to residents of certain countries such as the Democratic People's Republic of Korea (North Korea), Iran, Myanmar, the United States, Canada, Israel and is not intended to send or use information to persons in countries or jurisdictions where publication or use of this information violates local laws and regulations.

High Risk Investment Warning

Futures Trading and Alternative Trading Systems are complex financial products, and their use with leveraged trading attributes is likely to lead to rapid loss of capital, and you may be required to increase margin. Please understand the principles of the Futures Trading and Alternative Trading System and consider whether you can withstand this risk before entering the market. Past prices and performance of all derivative financial instruments do not guarantee or represent future trends. Such financial products are not suitable for all investors. Be sure to fully understand all potential risks before entering the market and seek independent advice when necessary.