Kepercayaan konsumen Australia kembali melemah pada Juni 2026. Data Trading Economics menunjukkan Westpac–Melbourne Institute Consumer Sentiment Index turun 3,5% month-over-month menjadi 80,6, membalikkan kenaikan di bulan sebelumnya dan menandai penurunan keempat sepanjang tahun ini. Di saat yang sama, indikator Consumer Confidence MoM Australia tercatat turun menjadi -2,90% dari 3,50% pada Mei 2026.
Penurunan ini memperlihatkan bahwa rumah tangga Australia masih menghadapi tekanan besar dari biaya hidup. Trading Economics menyebutkan bahwa pelonggaran sementara melalui pemangkasan setengah pajak cukai bahan bakar hanya memberi bantuan sesaat, sementara kekhawatiran terhadap inflasi dan pengeluaran harian tetap dominan. Kondisi ini membuat sentimen konsumen belum mampu bertahan di jalur pemulihan yang stabil.
Dari sisi kondisi keuangan rumah tangga, pandangannya juga memburuk. Penilaian terhadap keuangan rumah tangga dibandingkan setahun lalu turun 7,5% menjadi 67,3, sementara ekspektasi untuk 12 bulan ke depan turun 8,5% ke 85,1. Meski begitu, pandangan terhadap ekonomi secara umum masih campuran: ekspektasi satu tahun naik 4,9% ke 77,8, tetapi prospek lima tahun turun 3,2% ke 86,5, level terendah dalam tiga tahun.
Beberapa komponen survei justru menunjukkan sinyal yang relatif lebih baik. Indeks “time to buy a major item” naik tipis 0,9% ke 86,4, sementara ekspektasi pengangguran turun sangat kecil 0,1% ke 139,8. Artinya, walaupun ada sedikit ruang untuk konsumsi barang besar, konsumen masih berhati-hati karena ketidakpastian terhadap pendapatan, harga, dan arah ekonomi ke depan.

Westpac menjelaskan bahwa dampak tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini mulai semakin terasa, tetapi inflasi masih menjadi perhatian utama karena biaya energi belum sepenuhnya merembet ke harga lain. Bank tersebut menilai penundaan kenaikan suku bunga mungkin terjadi pada pertemuan berikutnya, namun masih memperkirakan pengetatan lanjutan dalam tahun ini.
Secara metodologi, Consumer Sentiment Index Australia disusun dari survei terhadap lebih dari 1.200 rumah tangga dan mencerminkan pandangan konsumen atas kondisi keuangan rumah tangga, prospek ekonomi jangka pendek dan panjang, serta kondisi membeli barang besar. Skor di atas 100 menandakan optimis lebih banyak daripada pesimis; karena itu, level 80,6 menunjukkan sentimen konsumen masih berada di zona pesimis.
Bagi pasar, pelemahan kepercayaan konsumen ini penting karena dapat memengaruhi belanja rumah tangga, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan Reserve Bank of Australia. Selama tekanan biaya hidup dan inflasi belum mereda, pemulihan sentimen konsumen Australia kemungkinan masih berlangsung lambat.
