The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Disorot

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Disorot

Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4,00% pada pertemuan 27–28 Oktober 2026. Mengacu pada Trading Economics, keputusan ini menjadi perhatian pasar karena inflasi Amerika Serikat kembali meningkat, sementara investor menilai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada Desember.

Pada September 2026, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak 2023 dan menunjukkan bahwa bank sentral masih berupaya mengendalikan tekanan inflasi. Kini, pelaku pasar menunggu pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Inflasi AS Meningkat, Tekanan Harga Belum Mereda

Inflasi tahunan Amerika Serikat naik menjadi 3,7% pada September 2026, dibandingkan 3,4% pada dua bulan sebelumnya. Angka ini juga melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%. Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor yang mendorong tekanan inflasi.

Sementara itu, inflasi harga produsen melonjak 6,3% secara tahunan, laju tertinggi sejak Desember 2022 dan jauh di atas perkiraan 5,3%. Jika kenaikan biaya produksi diteruskan kepada konsumen, tekanan harga berpotensi bertahan lebih lama.

Kondisi tersebut membuat The Fed menghadapi tantangan: mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi, sambil mempertimbangkan kondisi pasar tenaga kerja yang menunjukkan pola perekrutan dan pemutusan hubungan kerja yang sama-sama relatif rendah.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Desember Dipantau

Meskipun pasar memperkirakan suku bunga tidak berubah pada Oktober, peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian. Risalah rapat September menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed menilai kenaikan tambahan sebelum akhir tahun mungkin diperlukan jika tekanan inflasi berlanjut.

Karena itu, investor tidak hanya akan mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga nada pernyataan The Fed mengenai inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pasar tenaga kerja. Data ekonomi berikutnya dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter.

Dampak terhadap Dolar AS, Emas, dan Pasar Forex

Bagi pasar keuangan, suku bunga AS yang tinggi cenderung mendukung Dolar AS karena dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi USD. Sebaliknya, emas berpotensi menghadapi tekanan ketika imbal hasil obligasi meningkat karena logam mulia tidak memberikan bunga.

Pasangan forex seperti EUR/USD dan USD/JPY juga dapat mengalami volatilitas ketika ekspektasi suku bunga berubah. Namun, arah pergerakan setiap instrumen tetap dipengaruhi faktor ekonomi dan kebijakan dari negara terkait.

Trader Indonesia sebaiknya memantau keputusan FOMC, pernyataan Kevin Warsh, serta respons Dolar AS dan imbal hasil Treasury. Gunakan konfirmasi harga dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.

Diterbitkan pada


Tentang Penulis

Dani Irawan

Berkecimpung di industri berjangka Indonesia sejak tahun 1995. Mengawali karir sebagai business consultant hingga level manajerial dan top manajemen pada beberapa perusahaan berjangka Indonesia. Saat ini fokus pada bidang riset dan edukasi sebagai analis pasar dan edukator di EsaFX Indonesia.

Buka Akun Demo

Artikel Terkait

  • Dolar AS Menguat Oleh Data Ketenagakerjaan Yang Solid

    ESANDAR – Dolar mengawali perdagangan di minggu ini dengan catatan kuat pada hari Senin (13/01/2025), meninggalkan mata uang utama lainnya yang merana di dekat posisi terendah multi-tahun mereka. Penguatan Dolar AS terjadi setelah laporan pekerjaan yang menggarisbawahi kinerja ekonomi yang unggul dibandingkan dengan negara lain di dunia.

  • Dolar AS Menguat, Poundsterling dan Euro Terdorong Faktor Teknis

    ESANDAR – Dolar AS melonjak ke level tertinggi dua tahun pada hari Kamis di hari pertama perdagangan tahun 2025, membangun keuntungan kuat tahun lalu pada ekspektasi pertumbuhan AS akan mengalahkan rekan-rekannya dan mempertahankan suku bunga AS relatif tinggi. Federal Reserve telah mengindikasikan bahwa mereka akan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga karena inflasi tetap berada di […]

Legalitas

  • Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI:
    485/BAPPEBTI/SI/IX/2004
  • Otoritas Jasa Keuangan:
    S-197/PM.02/2025
  • Bank Indonesia:
    27/210/DPPK/Srt/B
  • Bursa Berjangka Jakarta:
    SPAB-070/BBJ/05/04
  • Kliring Berjangka Indonesia:
    30/AK-KBI/PA/III/2017

Ikuti kami di

Unduh Aplikasi EsaFX Trader

EsaFX Trader iOs platformEsaFX Trader Android platform

Unduh Aplikasi MetaTrader 5

Meta Trader iOs platformMeta Trader Android platform

PT Esandar Arthamas Berjangka berizin dan diawasi oleh BAPPEBTI, BI, serta OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek, serta merupakan anggota bursa BBJ dan anggota kliring berjangka KBI.


PT Esandar Arthamas Berjangka

Copyright © EsaFX

Registrasi

8120106860676

AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.

Disclaimers

Informasi Situs Web

Informasi di situs web ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran keuangan atau investasi profesional. Kami tidak membuat pernyataan atau jaminan, baik secara tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, keandalan, kelengkapan, kesesuaian, atau ketersediaan informasi yang terdapat di situs web ini atau situs terkait lainnya. Setiap kepercayaan yang Anda berikan pada informasi tersebut sepenuhnya menjadi risiko Anda sendiri. Kami tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul dari penggunaan atau kepercayaan Anda terhadap informasi apa pun di situs web ini atau situs terkait Wilayah terbatas.

Informasi Wilayah yang tidak Dilayani

Informasi situs EsaFX tidak bertujuan untuk menargetkan dan menyediakan layanan untuk penduduk negara tertentu seperti Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Iran, Myanmar, Amerika Serikat, Kanada, Israel dan tidak untuk mengirim atau menggunakan informasi kepada orang di negara atau yurisdiksi di mana publikasi atau penggunaan informasi ini melanggar hukum dan peraturan setempat.

Peringatan Investasi Berisiko Tinggi

Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif adalah produk keuangan kompleks, dan penggunaannya dengan atribut perdagangan dengan leverage cenderung menyebabkan kerugian modal yang cepat, dan Anda mungkin diharuskan untuk menambah margin. Mohon pahami prinsip-produk dari Perdagangan Berjangka dan Sistem Perdagangan Alternatif dan pertimbangkan apakah Anda dapat menahan risiko ini sebelum memasuki pasar. Harga dan kinerja masa lalu dari semua instrumen derivatif keuangan tidak menjamin atau mewakili tren masa depan. Produk keuangan seperti itu tidak cocok untuk semua investor. Pastikan untuk sepenuhnya memahami semua risiko potensial sebelum memasuki pasar dan mencari saran independen ketika diperlukan.