Sentimen bisnis Kanada kembali melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan dan kenaikan ekspektasi inflasi. Dalam laporan yang dikutip FXStreet Indonesia pada 20 Oktober 2026, Claire Fan dari Royal Bank of Canada (RBC) menjelaskan bahwa optimisme perusahaan yang membaik hingga awal Agustus berbalik melemah setelah perundingan perdagangan Kanada-Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepakatan pada 21 Agustus.
Perkembangan ini menjadi perhatian pasar valuta asing karena kondisi bisnis, tekanan harga, dan prospek perdagangan dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi serta arah kebijakan moneter Bank of Canada (BoC).
Ketegangan Perdagangan Menekan Optimisme Perusahaan
Menurut analisis RBC, kegagalan perundingan dagang Kanada-AS diikuti memburuknya ekspektasi ekspor dan investasi perusahaan. Ketidakpastian perdagangan dapat membuat pelaku usaha menunda ekspansi, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, dan menghadapi tantangan dalam merencanakan aktivitas bisnis.
Situasi tersebut berpotensi menekan prospek pertumbuhan ekonomi Kanada jika berlangsung berkepanjangan. Di sisi lain, perubahan harga energi dan perkembangan geopolitik turut memengaruhi perkiraan biaya operasional perusahaan.
Ekspektasi Inflasi Kanada Kembali Meningkat
RBC mencatat ekspektasi inflasi perusahaan untuk satu tahun ke depan naik menjadi 3,7% pada September 2026, sedangkan ekspektasi untuk dua tahun ke depan mencapai 3,1%. Keduanya meningkat setelah sempat mereda pada periode Mei hingga Agustus.
Kenaikan ini penting karena sekitar separuh perusahaan yang disurvei berencana meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan. Jika semakin banyak perusahaan menaikkan harga jual, tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama dan memperlambat proses penurunan inflasi.
Ekspektasi inflasi konsumen jangka pendek juga masih tinggi. Sementara itu, ekspektasi inflasi lima tahun ke depan meningkat signifikan hingga menyamai tingginya ekspektasi jangka pendek, yang menurut RBC terutama berkaitan dengan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Apa Dampaknya terhadap Dolar Kanada?
Bagi pasar forex, kombinasi melemahnya sentimen bisnis dan meningkatnya ekspektasi inflasi menghadirkan tantangan bagi BoC. Pelemahan prospek ekspor dan investasi dapat menjadi alasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi inflasi yang kembali meningkat dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter.
Ketidakpastian ini berpotensi memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga dan memengaruhi volatilitas CAD, termasuk pasangan USD/CAD. Namun, arah pergerakan mata uang tidak ditentukan oleh satu indikator saja. Harga minyak, data tenaga kerja, inflasi aktual, dan perkembangan hubungan dagang Kanada-AS juga perlu diperhatikan.
Bagi trader Indonesia, perkembangan ekonomi Kanada dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menganalisis CAD. Pantau rilis data ekonomi dan respons pasar sebelum mengambil keputusan, serta kelola risiko sesuai rencana trading. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.
