Harga minyak mentah dunia melemah pada Jumat, 16 Oktober 2026, meski risiko gangguan pasokan di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Mengacu pada data Trading Economics, harga minyak mentah acuan West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$97,41 per barel, turun sekitar 0,57% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, Brent diperdagangkan di kisaran US$105,47 per barel.
Secara bulanan, harga minyak mentah telah terkoreksi sekitar 4,41%. Namun, secara tahunan, nilainya masih naik lebih dari 70%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan jangka pendek muncul, pasar energi masih menghadapi ketidakpastian pasokan.
Risiko Timur Tengah Menahan Tekanan Harga

Salah satu faktor yang menopang harga minyak adalah meningkatnya risiko keamanan di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Gangguan terhadap pelayaran dan distribusi energi dapat memperlambat pengiriman minyak, meningkatkan biaya transportasi, serta memicu kekhawatiran mengenai ketersediaan pasokan global.
Menurut laporan Reuters, ketegangan regional masih mendukung harga minyak, sementara pasar juga mempertimbangkan kemungkinan pelonggaran sanksi Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang mengangkut minyak dari negara yang terkena sanksi. Kebijakan tersebut berpotensi membantu kelancaran distribusi dan menekan biaya pengiriman.
Cadangan Minyak AS dan Kebijakan IEA Jadi Sorotan
Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun sekitar 8,6 juta barel dalam sepekan hingga 9 Oktober 2026. Penurunan persediaan yang besar biasanya dapat mendukung harga karena menunjukkan berkurangnya stok yang tersedia.
Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) melanjutkan rencana pelepasan sisa cadangan darurat sekitar 100 juta barel, termasuk lebih dari 20 juta barel diesel. Tambahan pasokan ini berpotensi mengurangi tekanan harga, meskipun dampaknya bergantung pada kelancaran distribusi dan perkembangan geopolitik.
Trading Economics memperkirakan WTI berada di sekitar US$95,54 per barel pada akhir kuartal keempat. Angka tersebut merupakan proyeksi model, bukan kepastian arah harga.
Apa Artinya bagi Trader dan Ekonomi Indonesia?
Bagi trader komoditas, harga minyak perlu dipantau melalui kombinasi data persediaan, kebijakan pasokan, biaya pengiriman, dan perkembangan geopolitik. Di Indonesia, perubahan harga minyak global juga relevan karena dapat memengaruhi biaya energi, transportasi, dan tekanan inflasi, meskipun dampaknya terhadap harga domestik tidak selalu terjadi secara langsung.
Volatilitas minyak masih dapat meningkat jika gangguan pasokan memburuk atau mereda. Karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga dan memperhitungkan risiko sebelum mengambil keputusan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi transaksi.
