Pasangan mata uang USD/JPY kembali menjadi perhatian pelaku pasar forex setelah mengalami penurunan tajam pada pekan ini. Pada Jumat, 4 September 2026, USD/JPY terlihat mencoba pulih ke atas level 156,00 setelah sebelumnya menyentuh level terendah satu bulan di sekitar 155,30. Namun, pemulihan dolar AS masih menghadapi tantangan karena area 156,70 berpotensi menjadi resistance penting.
Yen Jepang Menguat, BoJ Jadi Sorotan
Penguatan yen Jepang menjadi salah satu faktor utama yang menekan USD/JPY. Yen mencatat kinerja mingguan terkuatnya dalam lebih dari satu bulan seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat menerapkan kebijakan moneter yang lebih hawkish.
Sentimen tersebut diperkuat oleh pernyataan anggota Dewan BoJ, Hajime Takata, yang membuka kemungkinan kenaikan suku bunga dengan laju lebih cepat apabila kondisi ekonomi dan inflasi mendukung. Perubahan ekspektasi kebijakan ini membuat permintaan terhadap yen meningkat dan memberikan tekanan tambahan bagi USD/JPY.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mewaspadai potensi intervensi pemerintah Jepang apabila pelemahan yen kembali berlangsung terlalu cepat. Pejabat mata uang Jepang menegaskan bahwa pemerintah tetap memantau pergerakan pasar dan siap mengambil tindakan terhadap fluktuasi yang berlebihan.
Level 156,70 Menjadi Resistance Kunci USD/JPY

Dari perspektif teknikal, USD/JPY diperdagangkan di sekitar 156,37 dan indikator momentum harian masih menunjukkan tekanan bearish. RSI berada di sekitar 34, sementara MACD masih berada di bawah garis nol. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Area 156,70 menjadi level penting karena sebelumnya berfungsi sebagai support dan kini berpotensi berubah menjadi resistance. Jika USD/JPY mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, perhatian berikutnya dapat mengarah ke 158,05, kemudian SMA 200-hari di sekitar 158,50.
Sebaliknya, apabila harga kembali gagal melewati 156,70 dan tekanan jual berlanjut, trader perlu memperhatikan area 155,00 sebagai support utama. Penembusan level tersebut dapat membuka ruang penurunan menuju sekitar 154,00, bahkan level terendah tahun berjalan di sekitar 152,20.
Fokus Trader: Data Ekonomi AS dan Kebijakan BoJ
Pergerakan USD/JPY hari ini juga sangat dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus. Data ketenagakerjaan AS berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve dan arah dolar AS.
Karena itu, trader forex perlu memperhatikan kombinasi antara data ekonomi AS, ekspektasi suku bunga The Fed, serta perkembangan kebijakan BoJ. Dengan volatilitas yang meningkat, level 156,70 dapat menjadi area penting untuk mengamati konfirmasi arah pergerakan berikutnya.
Secara keseluruhan, pemulihan USD/JPY saat ini masih menghadapi risiko gagal berlanjut. Selama harga belum mampu menembus 156,70 secara meyakinkan, tekanan bearish pada pasangan USD/JPY masih perlu diwaspadai.
