Ini adalah daftar materi lengkap yang akan membantumu memahami dasar-dasar trading forex secara bertahap, cocok untuk pemula yang ingin belajar dari nol.

Dalam dunia trading, semua yang Anda pelajari berfungsi seperti alat dalam kotak peralatan seorang trader forex. Menggunakan alat yang tepat pada waktu yang tepat dapat meningkatkan peluang Anda untuk membuat keputusan trading yang baik.
Bollinger Bands
Bollinger bands digunakan untuk mengukur volatilitas pasar dan berfungsi seperti level support dan resistance mini.
Bollinger Bounce
Strategi ini didasarkan pada gagasan bahwa harga cenderung kembali ke tengah Bollinger Bands.
Anda membeli ketika harga menyentuh Bollinger band bagian bawah.
Anda menjual ketika harga menyentuh Bollinger band bagian atas.
Strategi ini paling baik digunakan di pasar yang bergerak sideways (ranging).
Bollinger Squeeze
Strategi yang digunakan untuk menangkap breakout sejak dini.
Ketika Bollinger Bands "menyempit", itu menandakan pasar sedang tenang, dan breakout akan segera terjadi. Setelah breakout, Anda bisa masuk ke dalam trading sesuai arah pergerakan harga.
Moving Average Convergence Divergence (MACD)
MACD membantu menangkap tren sejak dini dan mengenali pembalikan tren.
MACD terdiri dari 2 moving average (1 cepat, 1 lambat) dan garis-garis vertikal yang disebut histogram, yang mengukur jarak antara kedua moving average tersebut
Penting untuk dicatat bahwa garis moving average ini bukanlah moving average dari harga, melainkan dari moving average lainnya.
Kelemahan MACD adalah lag (keterlambatan) karena menggunakan banyak moving average.
Salah satu cara menggunakan MACD adalah menunggu garis cepat “menyilang ke atas” atau “menyilang ke bawah” garis lambat dan masuk trading sesuai sinyal tersebut, karena ini menandakan tren baru.
Parabolic SAR
Indikator ini dirancang untuk mengenali pembalikan tren, sehingga dinamakan Parabolic Stop And Reversal (SAR).
Ini adalah indikator yang mudah diinterpretasikan karena hanya memberikan sinyal bullish dan bearish.
Ketika titik-titik berada di atas candle, itu adalah sinyal jual.
Ketika titik-titik berada di bawah candle, itu adalah sinyal beli.
Indikator ini paling baik digunakan di pasar trending yang memiliki kenaikan dan penurunan panjang.
Stochastic
Digunakan untuk menunjukkan kondisi overbought dan oversold.
Ketika garis moving average berada di atas 80, pasar dianggap overbought, dan sebaiknya mencari peluang jual.
Ketika garis moving average berada di bawah 20, pasar dianggap oversold, dan sebaiknya mencari peluang beli.
Relative Strength Index (RSI)
Mirip dengan stochastic karena menunjukkan kondisi overbought dan oversold.
Ketika RSI berada di atas 70, itu berarti pasar sedang overbought dan kita sebaiknya mencari peluang jual.
Ketika RSI berada di bawah 30, itu berarti pasar sedang oversold dan kita sebaiknya mencari peluang beli.
RSI juga bisa digunakan untuk mengonfirmasi pembentukan tren. Jika Anda merasa tren sedang terbentuk, tunggu RSI bergerak di atas atau di bawah 50 sebelum masuk ke dalam trading.
Average Directional Index (ADX)
ADX menghitung kekuatan potensial dari suatu tren.
ADX bergerak dari angka 0 hingga 100, dengan pembacaan di bawah 20 menunjukkan tren lemah dan pembacaan di atas 50 menandakan tren kuat.
ADX dapat digunakan sebagai konfirmasi apakah pasangan mata uang kemungkinan besar akan melanjutkan tren saat ini atau tidak.
ADX juga dapat digunakan untuk menentukan kapan sebaiknya keluar lebih awal dari suatu trading. Misalnya, ketika ADX mulai turun di bawah 50, itu menunjukkan bahwa tren saat ini mungkin mulai melemah.
Ichimoku Kinko Hyo
Ichimoku Kinko Hyo (IKH) adalah indikator yang mengukur momentum harga di masa depan dan menentukan area support dan resistance.
Ichimoku berarti “sekilas”, kinko berarti “keseimbangan”, sedangkan hyo berarti “grafik”.
Jika semua itu digabungkan, frasa ichimoku kinko hyo berarti “sekilas melihat grafik yang seimbang”.
Jika harga berada di atas Senkou span, garis atas berfungsi sebagai level support pertama sementara garis bawah berfungsi sebagai level support kedua. Jika harga berada di bawah Senkou span, garis bawah membentuk level resistance pertama sementara garis atas adalah level resistance kedua.
Kijun Sen berfungsi sebagai indikator pergerakan harga di masa depan. Jika harga lebih tinggi dari garis biru, maka harga bisa terus naik. Jika harga berada di bawah garis biru, maka harga bisa terus turun.
Tenkan Sen adalah indikator arah tren pasar. Jika garis merah bergerak naik atau turun, itu menunjukkan bahwa pasar sedang trending. Jika garis bergerak mendatar, itu menandakan bahwa pasar sedang sideways (ranging).
Chikou Span adalah garis lagging (tertunda). Jika garis Chikou menembus harga dari bawah ke atas, itu adalah sinyal beli. Jika garis hijau menembus harga dari atas ke bawah, itu adalah sinyal jual.
Setiap indikator grafik memiliki kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, trader forex sering menggabungkan berbagai indikator untuk saling "menyaring"

Seiring kemajuan Anda dalam trading forex, Anda akan menemukan indikator yang paling sesuai dan dapat menggabungkannya sesuai dengan gaya trading Anda.
Sebelumnya: Apa Indikator Teknikal Terbaik dalam Forex?
Published at
Ini adalah daftar materi lengkap yang akan membantumu memahami dasar-dasar trading forex secara bertahap, cocok untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Forex adalah pasar keuangan global yang memungkinkan seseorang untuk memperdagangkan mata uang. Sederhananya, jika Anda memperkirakan bahwa...
Pelajari apa itu pasangan mata uang utama di forex, termasuk 8 mata uang paling aktif diperdagangkan dan bagaimana peran mereka dalam trading.
Transaksi ini dilakukan melalui broker forex atau penyedia layanan CFD...
Likuiditas ini mengacu pada kemudahan membeli atau menjual aset dalam jumlah besar...
PT Esandar Arthamas Berjangka is licensed and supervised by BAPPEBTI, BI, and OJK for financial derivative products with underlying assets in the form of Securities, and is a member of the BBJ exchange and a member of the KBI futures clearing house.
PT Esandar Arthamas Berjangka
Copyright © EsaFX
Registration
8120106860676
AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.
Disclaimers
On Website Information
The information on this website is provided for informational purposes only and is not intended to be a substitute for professional financial or investment advice. We make no representations or warranties, either express or implied, as to the accuracy, reliability, completeness, suitability or availability of the information contained on this website or any linked sites. Any reliance you place on such information is strictly at your own risk. PT EAB is not liable for any loss or damage arising from your use of or reliance on any information on this website or linked sites.
On non-serviceable regions
EsaFX website information is not intended to target and provide services to residents of certain countries such as the Democratic People's Republic of Korea (North Korea), Iran, Myanmar, the United States, Canada, Israel and is not intended to send or use information to persons in countries or jurisdictions where publication or use of this information violates local laws and regulations.
High Risk Investment Warning
Futures Trading and Alternative Trading Systems are complex financial products, and their use with leveraged trading attributes is likely to lead to rapid loss of capital, and you may be required to increase margin. Please understand the principles of the Futures Trading and Alternative Trading System and consider whether you can withstand this risk before entering the market. Past prices and performance of all derivative financial instruments do not guarantee or represent future trends. Such financial products are not suitable for all investors. Be sure to fully understand all potential risks before entering the market and seek independent advice when necessary.