Ini adalah daftar materi lengkap yang akan membantumu memahami dasar-dasar trading forex secara bertahap, cocok untuk pemula yang ingin belajar dari nol.

Saat trading, penting untuk bisa mengukur seberapa kuat sebuah tren, tanpa mempedulikan arah pergerakannya.
Di sinilah Average Directional Index berperan sebagai indikator teknikal yang populer.
Average Directional Index atau ADX, adalah contoh lain dari oscillator.
ADX bergerak antara angka 0 hingga 100, dengan pembacaan di bawah 20 menunjukkan tren yang lemah dan pembacaan di atas 50 menandakan tren yang kuat.
Perhitungan ADX memang cukup rumit, tapi secara singkat, semakin kuat tren, semakin tinggi nilai ADX.
Ketika ADX rendah, itu menandakan harga biasanya bergerak menyamping atau dalam kisaran.
Sebaliknya, jika ADX naik di atas 50, ini menunjukkan bahwa harga telah memperoleh momentum dalam satu arah.
Berbeda dengan Stochastic, ADX TIDAK menunjukkan apakah tren tersebut naik (bullish) atau turun (bearish). Sebaliknya, ADX hanya mengukur seberapa kuat tren saat ini.
Oleh karena itu, ADX sering digunakan untuk menentukan apakah pasar sedang bergerak dalam kisaran atau memulai tren baru.
ADX dianggap sebagai indikator “non-arah” (non-directional). Indikator ini membandingkan harga tertinggi dan terendah dari batang grafik, tanpa menggunakan harga penutupan.
Semakin kuat trennya, semakin tinggi angka yang ditunjukkan, tanpa peduli apakah tren tersebut naik atau turun.
Saat menggunakan indikator ADX, perhatikan level 20 dan 40 sebagai level kunci.
Berikut ini adalah “cheat sheet” untuk membantu memahami nilai ADX.

Lihat grafik-grafik keren yang kami tampilkan ini:

Dalam contoh pertama ini, ADX bertahan di bawah 20 dari akhir September hingga awal Desember.
Grafik menunjukkan bahwa EUR/CHF berada dalam kisaran selama periode tersebut.
Namun mulai Januari, ADX mulai naik di atas 50, menandakan bahwa tren kuat sedang menunggu untuk muncul.
Akhirnya, EUR/CHF menembus batas bawah kisaran dan bergerak turun dengan kuat, menghasilkan sekitar 400 pips!
Contoh berikutnya:

Sama seperti contoh pertama, ADX berada di bawah 20 untuk beberapa waktu. Saat itu, EUR/CHF juga sedang dalam kisaran.
Tidak lama kemudian, ADX naik di atas 50 dan EUR/CHF menembus batas atas kisaran. Menghasilkan tren naik yang kuat dengan sekitar 300 pips!
Salah satu kekurangannya, ADX tidak memberi tahu secara langsung apakah Anda harus beli atau jual.
Namun ADX memberi tahu apakah Anda sebaiknya ikut masuk ke tren yang sedang berlangsung atau tidak.
Ketika ADX mulai turun lagi dibawah 50, itu bisa berarti tren naik atau tren turun sedang melemah, dan mungkin saatnya untuk mengamankan keuntungan.
Salah satu cara untuk trading dengan ADX adalah dengan menunggu breakout terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk beli (long) atau jual (short).
ADX dapat digunakan sebagai konfirmasi apakah pasangan mata uang akan melanjutkan tren saat ini atau tidak.
ADX membantu menentukan kapan sebaiknya menutup posisi lebih awal.
Contohnya, saat ADX mulai turun di bawah 50, ini mengindikasikan bahwa tren saat ini mulai kehilangan kekuatan, dan pasangan mata uang mungkin akan bergerak menyamping. Jadi, Anda mungkin ingin mengunci pips sebelum itu terjadi.
Ketika Anda merasa tren mulai berubah, gunakan ADX untuk mengonfirmasi kekuatan trennya sebelum membuat keputusan.
Selanjutnya: Ichimoku Kinko Hyo: Panduan Lengkap untuk Pemula dalam Trading Forex
Sebelumnya: Cara Menggunakan Williams Percent Range
Published at
Ini adalah daftar materi lengkap yang akan membantumu memahami dasar-dasar trading forex secara bertahap, cocok untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Forex adalah pasar keuangan global yang memungkinkan seseorang untuk memperdagangkan mata uang. Sederhananya, jika Anda memperkirakan bahwa...
Pelajari apa itu pasangan mata uang utama di forex, termasuk 8 mata uang paling aktif diperdagangkan dan bagaimana peran mereka dalam trading.
Transaksi ini dilakukan melalui broker forex atau penyedia layanan CFD...
Likuiditas ini mengacu pada kemudahan membeli atau menjual aset dalam jumlah besar...
PT Esandar Arthamas Berjangka is licensed and supervised by BAPPEBTI, BI, and OJK for financial derivative products with underlying assets in the form of Securities, and is a member of the BBJ exchange and a member of the KBI futures clearing house.
PT Esandar Arthamas Berjangka
Copyright © EsaFX
Registration
8120106860676
AGUNG PODOMORO LAND (APL) TOWER LT.36 UNIT T 7, JL. LETJEN S. PARMAN KAV.28, Desa/Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kec. Grogol Petamburan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 11470, Indonesia.
Disclaimers
On Website Information
The information on this website is provided for informational purposes only and is not intended to be a substitute for professional financial or investment advice. We make no representations or warranties, either express or implied, as to the accuracy, reliability, completeness, suitability or availability of the information contained on this website or any linked sites. Any reliance you place on such information is strictly at your own risk. PT EAB is not liable for any loss or damage arising from your use of or reliance on any information on this website or linked sites.
On non-serviceable regions
EsaFX website information is not intended to target and provide services to residents of certain countries such as the Democratic People's Republic of Korea (North Korea), Iran, Myanmar, the United States, Canada, Israel and is not intended to send or use information to persons in countries or jurisdictions where publication or use of this information violates local laws and regulations.
High Risk Investment Warning
Futures Trading and Alternative Trading Systems are complex financial products, and their use with leveraged trading attributes is likely to lead to rapid loss of capital, and you may be required to increase margin. Please understand the principles of the Futures Trading and Alternative Trading System and consider whether you can withstand this risk before entering the market. Past prices and performance of all derivative financial instruments do not guarantee or represent future trends. Such financial products are not suitable for all investors. Be sure to fully understand all potential risks before entering the market and seek independent advice when necessary.